PENDIDIKAN MULTI KULTURAL BERBASIS KRISTIANI PADA SEKOLAH DAN MASYARAKAT DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
Kata Kunci:
Pendidikan, Multikultural, Kristiani, Masyarakat, Minahasa Tenggara.Abstrak
Pendidikan multikultural yaitu pendidikan tentang keragaman budaya dalam merespons perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan. Diskursus tentang pendidikan multikultural ini dimaksudkan untuk merespon fenomena konflik etnis, social, budaya yang kerap muncul ditengah-tengah masyarakat yang berwajah multikultural.
Pendekatan penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan buku-buku sebagai referensi teoritis. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptik-analitik dengan memaparkan data-data masalah atau suatu hal dengan interpretasi dan analisis yang tepat. Data pada penelitian ini, yaitu buku-buku sumber tentang konsep pendidikan multikultural, jurnal ilmiah, berita online dan informasi kegiatan sosial kemasyarakatan. Implikasi teoritis maupun praksis ada dalam konsep moderasi beragama, pendekatan teologis konstruktif, kebudayaan kearifan lokal masyarakat, simbol kerukunan hidup beragama dan penerapan kurikulum mandiri pendidikan inklusif di institusi sekolah.
Kesimpulan dari kajian penelitian ini, yaitu; Variasi penafsiran kitab suci yang lebih konstruktif, Pemahaman tentang pendidikan multikultural, Keragaman kepercayaan dalam kemajemukan masyarakat, Pentingnya moderasi bergama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mengembangkan kurikulum inklusif disekolah-sekolah untuk mewujudkan keadilan dan persamaan dalam ketaraan pendidikan tanpa perbedaan diskriminasi, ras, gender, cacat fisik/mental, agama, sosial, ekonomi, politik dan budaya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Arke Rokot, Ismail Rahayu (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


_-_Copy.jpg)