KONSTRUKSI SOSIO-RELIGIUS ONO NIHA: ANALISIS PENGGUNAAN SURA NI’AMONI’Ö SEBAGAI SIMBOL DAN SUMBER KEKUATAN
Kata Kunci:
SURA NI’AMONI’Ö, Ono Niha, Holy Bible , ChurchAbstrak
Agama Kristen mengklaim Alkitab sebagai dasar eksistensinya di dalam dunia ini. Kumpulan buku yang terdiri dari 66 kitab ini menjadi patokan dan panduan yang utuh bagi orang Kristiani dan telah memberikan pengaruh yang besar dalam bidang kebudayaan, kesenian, politik, pendidikan dan bidang-bidang lainnya. Meskipun demikian, di kalangan Ono Niha Sura Ni’amoni’ö merupakan buku yang kudus (ni’amoni’ö) dan antik sehingga tidak boleh dibaca oleh sembarangan orang, apalagi anak-anak. Selain itu, terdapat pengkultusan Kitab Suci yang bergeser dari dasar iman Kristiani yang sesungguhnya, seperti menjadikan Kitab Suci sebagai standar sumpah yang cukup tinggi. Dengan melakukan penelitian yang berdasarkan metode kualitatif deskripsi, maka disuguhkan implikasi teologis yang dapat merekonstruksi pemahaman Ono Niha tentang Sura Ni’amoni’ö. Oleh karena itu, sangat dihimbau orang tua dalam keluarga, guru di sekolah maupun para pelayan di gereja untuk membiasakan anak-anak, peserta didik ataupun warga gereja membaca dan bahkan menyelidiki Sura Ni’amoni’ö sejak dini, sebab manfaatnya sangat signifikan bagi kehidupan orang percaya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Mey Daman Lawolo (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


_-_Copy.jpg)